Terimakasih untuk semua pelajarannya, Tante. Terimakasih untuk saat terakhir pun, dirimu masih meninggalkan kebahagian di antara kami. Yang senang ya di atas sana. ^_^
Selamat Jalan Tante Chan
Terimakasih untuk semua pelajarannya, Tante. Terimakasih untuk saat terakhir pun, dirimu masih meninggalkan kebahagian di antara kami. Yang senang ya di atas sana. ^_^
Dad, you are my first love

Fantasy and Me
1. Seperti apa proses pembuatannya ?
Karena pekerjaan rumah yang dilakukan tidak boleh dikerjakan secara digital, maka ini saatnya membuat prakarya, sesuatu yang sudah ditingalkan berabad-abad lalu. Huuuft ...
2. Cerita atau Pesan apa yang ingin disampaikan?
Nama gw Adria yang somehow berarti hitam (walaupun kakek gw yang memberikan nama ini tidak pernah mengartikan nama gw seperti itu) dan ya kulit gw juga mengarah ke hitam. Dan seperti tiap manusia yang ada di dunia ini, gw memegang sesuatu ke mana-mana sepanjang hidup ini. Sesuatu yang sangat berharga. Seperti yang sudah gw sebut sebelumnya, butuh waktu lama buat menentukan apa yang ingin gw bawa-bawa. Keluargakah, temankah atau pekerjaankah? Tiba-tiba saja terlintas di pikiran, selama ini gw terlalu nyaman memegang hati ini, tidak pernah terpikirkan untuk membaginya dengan orang lain juga. Mungkin suatu hari, gw akan terbangun dari kenyamanan ini dan siap memberikannya ke orang yang memang juga mau gw berikan. Wogh, nulis apa kamu dri. Ya, gitu deh.
3. Mengapa gw membuat ini? Apa yang diharapkan dari orang yang melihatnya?
Pertama tentu karena ini pekerjaan rumah dari coursera wkwkw. Tapi serius, pengen bikin sesuatu aja yang berbeda dari semua yang gw buat sebelumnya. Bermain dengan bermacam-macam media, menggulang masa kecil, sambil merefleksikan sesuatu di dalam diri gw. Sebenarnya gw tidak suka memberikan penjelasan tentang cerita yang ingin disampaikan. Biarlah itu terlihat absurd untuk mereka yang melihatnya. Absurd yang bisa dinikmati tentunya, semoga.
--------------------
Hasilnya gw cuma dapet 19 dari 25 .. semangat semangat ... huft huft
Big Sound Festival part 2 ~ BLUR
Jadi siapa sebenernya BLUR itu?
Hmm, what kalian belum tau BLUR? Okay Blur adalah sebuah band
Terus kenapa lu heboh banget sih?
BLUR adalah band pertama yang gw benar-benar suka. Band yang mewarnai masa remaja yang penuh kegalauan. Dan salah satu band yang gw bela-belain beli kaset aslinya dengan uang saku gw yang sangat terbatas sekali saat itu, selain Laruku tentunya. Jadi ketika mendengar mereka vakum untuk waktu yang tak terbatas rasanya sama sekali tidak bisa mempercayai hal tersebut, sama tidak percayanya ketika mendengar mereka akan datang ke Indonesia, ke Jakarta tepatnya. Seperti mimpi indah yang akan jadi kenyantaan. Penantian lebih dari 10 tahun, rasanya terbayar hari ini.
Sepertinya banyak yang merasakan hal yang sama dengan gw. Lihat saja, hari ini semua orang rasanya hampir "menggila", kecuali anak laki-laki di foto itu. Kira-kira kenapa dia sedih sekali ya, di saat yang lain jejingkrakan sambil bernyanyi bersama dengan Damon. Dimulai dari Girls and Boys sampai Song 2.
Sebentar, gw masih gak ngerti kenapa BLUR milih Song 2 buat dijadin lagu terakhir. Rasanya gantung banget gitu, di saat lagi panas2nya, terus kayanya dimatiin api semangat membara di dalam diri ini. Harusnya macam tender atau the universal lah yang dijadiin lagu terakhir gitu. *duh protes banget nih cewek
Tapi seriusan masa sih kalian ga tau BLUR, setidaknya pasti pernah denger Tender dung, atau Coffee and Tv, atau Parklife dung. ><
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disapa Tuhan ^^
Jadi tuh ya, Sabtu kemarin, Ibuku tercinta memaksa gw dan adik gw untuk menemani beliau, mengambil barang pesanan dia untuk acara paskah nanti ke Pasar Pagi, Asemka. Di tengah panasnya Jakarta yang hari itu sepertinya sedang berada di puncak-puncaknya, berangkatlah kami ke sana.
Setelah menunggu setengah jam, karena ternyata barangnya harus diambil dari gudang. Yang ternyata saudara-saudara, gudangnya ada di depan tokonya. Err... Akhirnya mulailah barang2 tersebut dimasukan ke dalam mobil. Gw dan adik gw, tidak menyangka bahwa pesanan barang tersebut banyaaaaak sekali..... TOTAL 10 DUS BESAR. Walaupun pesimis, tapi kami tetap memasukan barang2 tersebut ke dalam mobil. Dan sesuai dugaan, baru 5 dus yang masuk, mobil sudah penuh dan gw sendiri terancam tidak bisa masuk ke dalam mobil.
Di tengah kepanikan sambil memikirkan tiap kemungkinan untuk mengangkut sisa dus yang ada. Tiba-tiba, ada yang menepuk bahu gw dari belakang. Dalam pikiran gw sapa iniiii yang mau hipnotis gw, di saat2 lagi pusing begini. Dengan agak kesal, gw melihat ke belakang. Dan ternyata, OM GW .... OM GW, yang ntah kenapa, hari itu, dari sekian banyak kemungkinan hari dia bisa ke asemka, dan dari tiap kemungkinan dia menggunakan kendaraan yang dia miliki dia bawa mobil, dan dari sekian banyak tempat parkir dia parkir mobilnya tidak jauh dari mobil kami.
Akhirnya singkat kata, sisa box bisa diangkut pakai mobil om gw. Oh oh senangnyaaaa .... Rasanya pikiran berat yang memenuhi kami, langsung hilang. Sampai detik ini, gw percaya bahwa Tuhan yang mengirimnkan malaikat dalam bentuk om gw ^^. Tuhan memang kerap kali bekerja dengan caranya sendiri, dan kadang membuat kita terkagum-kagum.
Kecup penuh cinta untuk Tuhan :*
Lahirnya Pingu
Kok Bisa?
Kata-kata ini terus tergiang di kepala gw, setelah menonton "The Act of Killing". Yup, film dokumenter yang amat sangat membuka wawasan, tentang apa yang kira-kira terjadi pada saat pembantaian PKI berlangsung di negara ini, setidaknya yang terjadi di salah satu bagian di nusantara ini.
Waktu tau, akan diputar di Indonesia dalam sesi tertutup, gw langsung mendaftar untuk ikut dung. Dan beruntungnya diri gw, kesempatan itu datang. Yippiie
Awalnya sudah dapet bocoran dari media dan testimoni seorang teman yang sudah menonton sebelumnya, tentang betapa mengerikannya film ini. Namun bukan kengerian berdarah-darah yang akan kita temukan dalam film ini. Bukan, percayalah, kalau kamu mengharapkan action macam film The Raid, mending lupakan saja keinginan untuk menontonnya.
Secara keseluruhan film ini amat sangat menghibur, penonton dibuat sulit untuk mengangkat pantat dari kursi selama 159 menit karena takut kehilangan tiap momen berharga yang ada di dalamnya. Tertawa dan tertegun mewarnai saat menontonnya. Dan setelah keluar dari ruangan, gw pun butuh waktu sendiri untuk mencerna pertanyaan-pertanyaan yang tertinggal.
Kok bisa, Mas Joshua Oppenheim ini membujuk para aktor dan pelaku sejarah tersebut membuka kekejaman yang mereka lakukan dengan bercerita lewat mulutnya sendiri. Gw gak tau tekhnik apa yang membuat mereka begitu mempercayai Mas Josh, tapi apapun itu sungguh menunjukkan kejeniusan dia.
Kok bisa, mereka tahu kalau film yang mereka buat (bukan The Act of Killing melainkan Arsan dan Arminah) bisa membalikan fakta menjadi 360 derajat (eh sama aja dung berarti), maksudnya mereka amat sangat menyadari kalau sampai tenar film ini, masyarakat bisa percaya bahwa mereka yg kejam bukan para PKI yang mereka bunuh. Tapi tetap bersemangat membuat filmnya, dengan maksud menceritakan kebenaran kepada masyarakat.
Kok bisa, seorang yang mengajarkan anaknya untuk minta maaf kepada seekor bebek karena si anak tidak sengaja melukai binatang tersebut; membantai banyak orang di masa jayanya. Kok bisa? Kenyataan ini meruntuhkan apa yang tertanam di otak gw, bahwa tiap penyayang binatang susah untuk menyakiti sesamanya. Hal ini sungguh merontokan pertahanan pikiran gw.
Kok bisa, seorang korban PKI bercerita di depan para pelaku penumpasan dengan riang gembira tanpa beban yang berarti.Seakan-akan itu hanya bagian dari sebuah film yang ia tonton.
Kok bisa mereka dengan bangga menyatakan di sebuah tv nasional rasa lokal, kalau mereka menemukan tekhnik membunuh dengan cepat, efektif dan tidak membuat si korban merasa kesakitan. HEI! Ini kita bicara tentang manusia bukan hewan.
Kok bisa akting2 mereka dalam film Arsan dan Aminah lebih bagus dari akting para pemain sinetron, padahal mereka ga pernah belajar akting. Hei para artis sinetron bangunlah.
Kok bisa ... Kok bisa ... Kok bisaaaa
Namun di tengah super kegalauan akan pertanyaan2 tersebut. Gw mempercayai hal-hal baru. Bahwa sejarah ditulis oleh siapapun yang menang, sejarah ditulis berdasarkan sudut pandang mereka yang menang. Bahwa ketika semua diatasnamakan keyakinan yang dipegang, apapun tidak salah untuk dilakukan. Walaupun mungkin itu berarti harus mengusir hati nurani sendiri. Bahwa manusia bisa punya dua kepribadian dan menggunakannya tanpa beban.
Sungguh film ini dokumenter yang sangat bagus, sayangnya tidak akan diputar di Indonesia secara bebas, padahal justru masyarakat Indonesia lah yang berhak untuk mengetahui kebenarannya.
My Generasi - Generasiku
Kerja di Mana Sekarang?
Poto poto di WC
Avatar-ku




MISTERI ITU TERPECAHKAN
dia : Woi
gw : YAaaaaaaaaak... eh mana poto2nya??? kok belum dikirim sih *dan sampai detik tulisan ini dimuat pun masih belum dikirim , tendang2 arthur
dia : Duh lom sempet, gw baru balik nih dari Jogja
gw : Wah enak banget, oleh oleh duuung
dia : ugh, boro-boro oleh-oleh ... gw baru kena musibah nih dri
gw : he musibah apaan?
dia : iya, hape gw ilang
gw : HA?? KOK BISA ILANG?? Gimana critanya?
dia : kan gw taruh di bagasi, terus pas ambil bagasi, tasnya dah dalam keadaaan terbuka gitu resletingnya...
dia : Yah kan gw bawa 3 hape. yang BB sama SE gw taruh di kantong .. yang flexi gw taruh di tas
gw : (speechless)
dia : gw cari dulu ya dri
gw : ckckckckckck ... jadi ada
dia : duuuh malu deh gw, mana dah marah2 sama semua orang di bandara
(serius mode) ketika sedang berpergian, biasakan mengembok bagasi anda sebelum dititipkan kepada armada yang bersangkutan, kalau di bandara ada jasa pengikatan tali2 untuk dililit di bagasi (kecuali garuda kayanya harus manual nyari tempat pengikatannya), memang tidak menjamin 100% bagasi tidak dibuka, tapi setidaknya meminimalisir kesempatan untuk itu.
#31hari-6 : Pindahan tahap satu

When
[Mellow] Kita memang harus siap kapan saja (?)
Sweet (un)Surprise

Nonton horror kok mellow
Singkat cerita nonton phobia2 di Blitz, Pacific Place (ugh akhirnya ntn jg di sini, padahal dah berusaha mencoret tempat ini dari daftar bioskop favourite- iyah karena mahalnya)... tentunya bersama temen2 kantor g. Filmnya sendiri sih lumayan lah, walaupun masih kalah dari seri pertamanya, tapi masih bisa lah ditaruh di list favourite, at least ceritanya masih nyangkut di otak g sekarang. Suka banget sama cerita yg ke 5, horor yang dibawa dengan komedi tanpa merusak suasana horornya sendiri.
Cumaaa, kok sepanjang film, gw jadi nonton sembari teringat2 klub2 penakut, g jadi tidak seperti sedang nonton di pacific place, tapi seperti di bawa ke tempat babe& mas jind, membayangkan babe yang sok2 kuat di awalnya tapi akhirnya mundur ke kamar dengan (selalu) alasan mo ngecek server kantor, mas jind yg pura2 ngecek handphone ato rebusan air kalo adegan2 horor dicurigai akan segera muncul, faisal yg suka ngengaget2in gw kalo g dah mulai terbawa suasana (dan pada akhirnya g akan teriak kencang sekali) , budi yang menatap tanpa ekspresi, pri yang suka kaget2 sendiri, dan ramdhan yang berlindung di balik badannya faisal sepanjang film (sebenernya niat ntn ga sih dhan, wakakakkakak) ... dan entah kenapa pada akhirnya g merasa kesepian, di dalam studio yang rame ini ...
ugh really miss our klub penakut
knock knock
A day goes by
I'm hoping just to be by your side
I'm turning the handle, it won’t open
Don't make me wait
'Cause right now I need your smile...
Knock Knock
When life has Locked Me Out
I turn to you
And you open the door
'Cause you're what I need right now it's true...
Nothing works like you
Little louder Little louder Little louder
A warm bath, a good laugh, an old song
That you know by heart
I've tried it, but they all leave me cold
So now I’m here waiting to see you
My remedy
For all that's been hurting me...
You seem to know the way
To turn my frown upside down
You always know what to say
To make me feel like everything's okay
When life has knocked me down, I turned to you
And you opened the door…
--------------------------------------------------------
But its only the past
Now I try to knock knock and you still didnt opened the door ...
Waiting and waiting, hoping the door will be opened, even I'm so tired of feeling blue
Try not to care, for the fact that u've gone ...
WAKAKKAKKA ADA YANG NGAMUK
cukup PANAS gw menanggapi KLAIM INFINITEFRAMEWORK SINGAPORE tentang film buatan mereka. dan berhasil MENIPU banyak kaskuser...
walaupun saya tau banyak temen2 animator indonesia yang BEKERJA disana,
tapi tetep ga gitu caranya mengaku2 sebagai FILM INDONESIA!!!
HALO ANIMATOR2???
apa kalian BANGGA?
apakah KALIAN menemukan nama kalian di CREDIT TITTLE POSTER??
LIHAT di POSTER HOMELAND?
APAKAH KALIAN TIDAK SADAR SEDANG DIMANFAATKAN??
biar jualannya laku di INDO?
singapore bayar murah kalian kalian ga nyadar??
GW pernah kerja di singapore GAN...
salary 2500-3500
kalian cuma dikasi <1000?>
Well, kalo kalian mau berbangga, sebenernya udah ada film pertama INDO, dan ANIMASI FULL 3D, murni buatan indo.





























